Biji kopi Robusta berukuran lebih kecil dan bulat dengan warna kehijauan sebelum dipanggang. Kandungan kafeinnya cukup tinggi, yaitu sekitar 2–4%, sehingga menghasilkan cita rasa yang kuat, pahit, dan memiliki body yang tebal. Aroma yang dihasilkan cenderung earthy, nutty, dan sedikit woody. Karena karakteristik tersebut, Robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi instan, campuran espresso, serta produk kopi komersial lainnya yang mengutamakan kekuatan rasa.
Tanaman Robusta memiliki produktivitas tinggi serta dapat mulai berbuah pada usia relatif muda, yaitu 2–3 tahun setelah tanam. Perawatannya yang sederhana, ketahanan terhadap cuaca panas, serta toleransi terhadap curah hujan tinggi menjadikan Robusta cocok dikembangkan pada berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu produsen Robusta terbesar di dunia.

Leave a Reply