Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan di dunia setelah Arabika. Tanaman kopi ini dikenal memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga menengah, yaitu pada ketinggian 200–800 meter di atas permukaan laut. Robusta memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap hama dan penyakit dibandingkan Arabika, sehingga biaya budidayanya relatif lebih rendah.

Biji kopi Robusta berukuran lebih kecil dan bulat dengan warna kehijauan sebelum dipanggang. Kandungan kafeinnya cukup tinggi, yaitu sekitar 2–4%, sehingga menghasilkan cita rasa yang kuat, pahit, dan memiliki body yang tebal. Aroma yang dihasilkan cenderung earthy, nutty, dan sedikit woody. Karena karakteristik tersebut, Robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi instan, campuran espresso, serta produk kopi komersial lainnya yang mengutamakan kekuatan rasa.

Tanaman Robusta memiliki produktivitas tinggi serta dapat mulai berbuah pada usia relatif muda, yaitu 2–3 tahun setelah tanam. Perawatannya yang sederhana, ketahanan terhadap cuaca panas, serta toleransi terhadap curah hujan tinggi menjadikan Robusta cocok dikembangkan pada berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu produsen Robusta terbesar di dunia.



Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *